CeRpenQ

Ini cerpen udah lama aq buat…masih SMA saat itu aq..,ehm..mungkin ni cerpen masih jelek (emeng jelek) amburadul dan ceritanya agak aneh!!!! namanya masih belajar…hehe

tp…moga2 aja pada cuka…Amien^^

Kepergianmu, Membawa Luka di Hatiku….

Hari ini rasanya panas sekali…….Andai kau da di sini…

“Yasa….” Tasya menyebut nama itu pelan…mendadak raut mukanya nampak pucat… Ia duduk sendirian di taman menunggu Ibunya.

“Hai…gimana dah gak panas lagikan?” tersenyum sambil mengipasi Tasya

Tasya terkejut tiba2 salah satu teman sekelasnya nonggol begitu aja.

“Gak usah!! Terima kasih lagi” jawab Tasya kalem

“Gak pa-pa lagi…”

Yasa masih saja mengipasi Tasya dan tersenyum polos

“Yasa….!! Terima kasih ya…..tapi dah gak panas ni…”

Yasa berhenti lalu mengambil nafas pelan ia mencoba mengajak ngbrol cewek yang di sebelahnya itu.

“ kenapa diam di sini?”

“Gak kenapa-napa!”

“Kalau Gak napa2 ngapain nglamun..sendirian lagi di taman sekolah…gak takut? Sepi ni..”

“Gak! Jawab Tasya kalem.

Yasa memandangi wajah gadis itu penuh arti..Sampai beberapa jenak kebisuan berlangsung, hingga yang dipandangi merasa jenggah.

“ Ada apa sih Yas?”

Yasa terkejut.

“ Hm..iitu aku…Cuma mau nemani kamu aja!!”  Yasa tiba2 merasa gugup Tasya tersenyum kecil melihatnya.

Itulah kebiasaan Tasya saat pulang sekolah,kalo Mamanya telat manjemputnya. Yang dilakukan duduk2 di kursi kayu di taman sekolahnya dan semenjak itu Yasa selalu menemaninya…dan semenjak itu pula mereka jadi lebik akrab dan dekat…Yasa tak janggung lagi mendekati Tasya cewek yang sudah lama mengaduk-ngaduk isi hatinya dan ternyata dari awal bersikap lembut dengan dirinya.

Di tempat ini pulang sekolah,hari itu hari sabtu Yasa sudah mempersiapkan matang2..Ia mengutarakan semua perasaannya pada Tasya. Dua sejoli yang sama2 di landa asmara ini mendadak menjadi kikuk mereka sama2 gugup.

“Ehm..Sya mau gak kamu…jadi pacarku??” Ploong perasaan Yasa, Lega banget!! Akhirnya terlepas juga persaan yang tiap hari membuatnya risau

Tasya tersipu malu..Lalu ia tersenyum lembut dan semuapun tahu jawabannya..

Yasa merasa lega banget!! HORRE!! Teriaknya dalam hati.

Kini berangkat dan pulang sekolah Tasya tak perlu lagi di jemput ma dianter  Mamanya..Yasa selalu siap mengantarnya kemanapun ia mau…. ^_^ he he kalu boleh di bilang Yasa sekarang jadi supir pribadi Tasya. Setia banget dia.

Akhirnya kabar bahagia itu menjalar cepat di sekolah.

“ Ya itu emang bener!!”

Tasya menjawabnya datar ketika ditanya teman2nya mengenai kabar jadiannya dengan Yasa.  Mereka bisa dibilang pasangan yang sangat serasi banget. Tasya Dewi Wardana cewek kelas 3 SMA ini,cantik,manis,ramah,baik hati dan pinter. Yasa Herlambang kelas 3 SMA juga.Tinggi,ganteng,keren, ketua tim basket di sekolahnya yang sangat di segani.

Banyak yang senang dengan itu semua tapi juga tak sedikit yang iri melihat mereka berdua jadian. Tapi semua berjalan lancar Tasya dan Yasa sama bahagia menjalani hubungannya.

“Tasya..”

Yasa memangil Tasya pelan sesaat dipersilahkan masuk ke dalam rumah lalu tersenyum manja saat Tasya berbalik ke arahnya.

“Napa Yas? Jawab tasya lembut

“hm…”

Yasa bingung!! Lalu mendekat ke pacarnya itu.

“ ada apa sih….?” Tanya Tasya tapi Yasa tak menjawab apa2 “ Silakan duduk Yas..sebentar saya panggil Mamaku dulu ya..!”

Tasya berjalan ke dalam hendak memanggil Mamanya tapi Yasa menarik tangannya hingga ia jatuh di pelukan cowok itu..Yasa membelai lembut rambutnya. Wajah Tasya mendadak menjadi merah karena malu.

“ Yas….kamu kenapa sih? Tasya mendorong pelan Yasa

“ gak tau ni…kok rasanya aku gak mau pisah ma kamu Yang!!” memegang kepalanya sendiri sambil tersenyum polos

Tasya tersenyum tapi dengan cepat ia tarik kembali senyumanya menbentuk cemberut yang amat menakutkan “ he masyak sih?” Tersenyum sinis “ gombal kamu!” ketus “ bodoh ah…” ucapnya lagi.

Masih memegangi Tasya “ gak percaya?” Dengan matanya menatap tajam tepat di depan Tasya…lalu menarik tangan Tasya dan meletakannya di dadanya ia ingin ceweknya itu merasakan debar jantungnya yang begitu cepat dan keras.

“ he percaya2…tapi Cuma sebentar kok…” sambil menarik tanganya.

Lho kok jadi Mamanya yang ngobrol ma Yasa…Tasya yang merasa dicuekin ngambek!! Bibirnya manyun persis kayak bantat ayam..hihi^,^

“Yasa awas pasti dia balas dendam, gara2 tadi” jeritnya dalam hati

“ E Tante ada yang ngambek tu..?” matanya melirik ke arah Tasya yang nampak cemberut..

Mamanya Menoleh ke arah Tasya sembari tersenyum “ kenapa Sya…?”

“ Cemburu tu Tante..!” siapa yang di tanya Yasa main nylonong aja.

“ He spa yang cemburu!” kesal

“ masyak cemburu ma Mamanya sendiri sih?” Sambil tersenyum menggoda putrinya itu.

“ Mama! Kok belain Yasa sih…spa lagi yang cemburu!”

Yasa tertawa mengejek Tasya membuat cewek manis itu makin manyun.

“awas!!”  Melempari Yasa dengan bantal kursi

“Aduh!!”

Yasa memegangi mukanya yang terkena lemparan bantal dari Akari

“ huh…rasain….ha..ha…ha..” kata Tasya dikikuti tawa kemenangannya.

Sejenak kegaduhan itu berhenti,mereka digejutkan dengan suara telefon yang berdering…

“Mungkin itu Papamu Sya” Mama Tasya meninggalan dua nak remaja itu

Yasa masih terus menggoda Tasya…hingga membuat cewek berambut panjang itu ngambek.. Yasa jadi bingung salah tingkah.. mencoba minta maaf tapi Tasya tetap diam aja, tak bergeming sedikitpun

“ Yang..anngan marah dong!”

Yasa kebingungan sendiri lalu ia jongkok di depan Tasya sambil memegang tangannya dan memohon-mohon agar dimaafin,,,,,e tapi tiba-tiba Tasya tertawa lepas sambil lari dan pindah di kursi sampingnya.

“ha ha….1  kosong…”

“ Awas…..”

Huh sungguh suasana yang menyenangkan,di ruang tamu itu, mereka bercanda bersama….seperti anak kecil aja. Sungguh suatu kebahagian yang hanya secuil di antara kebahagian yang ada di jagat raya ini tapi cukup menyejukan hati.

Sore itu langit kelihatan begitu gelap. Sepertinya mau turun hujan, dan kini saatnya dua remaja itu berpisah. Yasa buru-buru cepat pulang karena takut keburu hujan.

“ Tante Yasa pulang dulu ya…”

Yasa pamitan pulang sembari menyalami tangan camernya itu.

“ Iya Yas,hati2 di jalan ya!”

“ Yang aku pulang” tersenyum,mencium tangan Tasya

Sebuah senyuman yang teramat manis dan lembut keluar dari bibir merah Yasa.

“He’eh ati2 ya…!!”

Pandangan Tasya masih tak mau lepas dari sosok cowok yang baru dari rumahnya itu…hingga sepeda motor yang di kendari cowoknya hilang dari pandangan aja ia belom juga bergegas dari tempatnya…Tiba2 perasaan tak mau pisah dengan cowok itu muncul…

“Ya….sa………………”  gak tau kenapa tiba2 Tasya berteriak memanggil nama kekasihnya itu. Mamanya kembali keluar karena terkejut mendengar teriakkannya barusan…Tapi tak ada apa2..Tasyapun bingung kenapa ia berteriak…

Sore itu hujan deras sekali..Tasya masih mondar-mandir di kamarnya ia kelihatan cemas dan bingung.  Udah hampir dua jam tak ada kabar dari Yasa, 11 item terkirim ke no Yasapun belum ada jawaban.

Akhirnya di puncak kecemasanya ada juga yang menelfonnya tapi itu bukan dari Yasa melainkan orang tua Yasa..perkataan singkat yang keluar melalui telefon itu,mendadak air bening turun perlahan di pipi Tasya dan lama kelamaan semakin deras sepertinya ia mendapat jawaban dari firasatnya………Tasya berlari ke arah Mamanya dan menceritakan semuanya. Mereka langsung pergi menuju rumah sakit, ternyata Yasa kecelakaan saat pulang dari rumah Tasya. Sepedah motornya tergelincir saat menghindari seorang penyebrang. Saat itu hujan mulai turun membuat jalanan semakin licin.

Telambat…..Tasya telambat…ia masuk ke ruangan itu dengan langkah kacau,suara isak tangis Mama Yasa beserta Sosok tubuh tak bernyawa berbaring,kepalanya di berban dan di sekelilingnya ada 2 suster dan Dokter yang nampak sedih…menyambutnya. Tasya tak kuat lagi ia menangis sejadinya di samping tubuh tak beryawa itu.

Tasya masih tak mau beranjak dari tempatnya,ia hanya diam dan menangis di samping Makam yang masih basah itu…. Mamanya dan Mamanya Yasa membujuknya untuk segera pulang………

“Yasa………” menangis “ kenapa? Kenapa kamu pergi?” Tasya menangis meletakkan mukanya dengan bersandarkan tangannya di atas makam itu….

“Kenapa begitu singkat aku merasakan kebahagian bersamamu Yas…kenapa??”  Tasya masih tak bisa percaya dengan semua musibah yang menimpanya.

Kebahagian yang baru aja ia rasakan seakan di hempaskan begitu kuat dan berbalik menjadi suatu kesedihan yang teramat sakit. Baru 3 bulan ia menjalani hubungan itu dengan Yasa. Kebahagian yang teramat singkat untuknya dan begitu kejam di renggut darinya. Tak ada yang salah di sini, semua sudah kehendak dan takdir yang di Atas kita manusia tidak bisa menentang Kehendak-Nya.

“Aku sudah melarangmu untuk pulang saat itu..aku suadah bilang pasti hujan saat di jalan nanti…kenapa kamu tak kau denngar kataku!! Kenapa?? Heks..heks…” isak tangis yang begitu menyedihkan.

Palayat yang hadir di situpun tak kuasa menahan tangisnya. Guru dan teman2nya yang hadir di pemakaman itu sontak bercucuran kristal bening di pipi mereka.

“Tasya..”

Suara datar dan kalem tiba2 meluncur. Tasya terkejut terbangun dari lamunannya

“Ayo pulang,lama ya nunggu Mama? Maaf ya?” Tersenyum

“ Gak Ma” jawab Tasya pelan/

Tasya beranjak dari duduknya mengiku sambil menyeka air matanya dan agak menyembunyikan dari Mamanya

Sekarang Mamaku kembali yang menjemputku…Tak ada da lagi Yasa yang mengantarku pulang, menemaniku duduk di taman ini,suaranya,tawanya,senyumnya tak ada lagi. Yasa memang udah pergi tapi dia takkan pernah pergi dari hatiku meski tu smua kan membuatku sakit karena trus mengingatnya…….

Tak ada yang kekal di dunia ini…Kebahagian yang sejenak di rasakan dengan sekejap bisa hancur remuk redam akan hadirkan sebuah penderitaan. Selalu sabar, tawakal dan selalu mengagungkan Sang Pencipta di atas segala-galanya.

The End

16 november 2008

hehe critanya aneh z..hehe..

ONLY DREAM 

“BAHAGIA…………….” Itu yang aku inginkan. Tentunya Bukan Cuma aku sih, semua orang di dunia ini pastinya ingin bahagia. Tapi hidupku sepertinya jauh dari kata BAHAGIA.  Terbesit dalam hatiku, ingin rasanya punya Kekasih “PACAR”. Dasar bodoh.Kata-kata itu yang buru-buru menghempaskanku. Setiap tetesan air mata ini meleleh seakan menjadikan diriku menjadi seeorang yang amat hina dina, bodoh dan yang paling terpuruk di dunia ini. Hanya karena sebuah perasaan ingin memiliki seseorang pacar.

Teringat aku saat itu. Melihatmu, memperhatikanmu, menatap setiap gerak tubuhmu..Seakan aku tlah terbuai olehmu. Aku tlah lupa semuanya, aku tlah kehilangan separuh akal sehatku hanya karena kamu. Dan tak pernah kusadari sebelumnya. Memperhatikanku, menoleh ke arahku aja tak pernah kau lakukan itu. Mungkin kau hanya mengangapku sebagai makhluk yang bernafas dan bergerak atau mungkin sama sekali tak kau anggap. Menangis ya..hanya itu bisa kulakukan. Dan dipenuhi dengan beribu harap agar aku bisa di sampingmu.

Kaulah CINTA PERTAMAKU.  Dan Cinta yang baru pertama kali kurasakan ini, ternyata sakit,perih banget. Setiap malam apa kau tahu siapa yang aku pikirkan? ENGKAU!! Itulah kebodohanku  yang paling besar. Apakah cintaku yang terlalu besar atau Cuma sebuah rasa ingin memiliki…Aku tak mengerti. Saat itu yang aku pikirkan hanya satu..Aku ingin kau jadi miliku!! Tapi ternyata tak pernah kesampaian keinginanku itu.. Lagi-lagi…Dasar bodoh!!

Bagai disambar petir dan remuk redam setalah tau kau bersamanya…Cewek anggun, cantik dan mungkin perfect di matamu…Dan lagi-lagi. Dasar bodoh!! Aku menagis.

Saat aku di hadapan-Nya untuk sejenak aku bisa melupakanmu. Ingin rasanya aku benar2 bisa melupakanmu. Saat ingin memejamkan mata. Bayangan semumu yang selalu menari-nari di kepalaku. Tapi sekalipun secara jelas tak pernah kau mampir dalam mimpiku. Aneh!! Sebelum mata ini terpejam selalu penuh tentang kamu tapi setelah mata ini terpejam seakan kau hilang di telan samudra yang tak bisa kusebrangi. Dalam mimpi aja kau tak mau hadir dalam hidupku. Apalagi dunia nyata ini. Sejuta harapan yang mematikan ragaku. Cinta pertama yang kuharapkan indah. Ternyata..Busuk,ngeri,kejam dan hampa.

3 tahun dari waktu itu. AHK..kau masih ada di benakku..Dasar bodoh.bodoh. Apa karena aku tak pernah memiliki seorang pacar. Seprti yang kuharapkan. Tapi kenapa. Ada apa dengan diriku?? Jelekkah? Burukkah? Bodoh? Entalah? Yang aku tahu aku terlahir sudah seperti ini. Sampai sekarang kau tetap menjadi cinta plus duri dalam hatiku. Aku tahu itu sebuah kebodohan. Bahkan yang paling bodoh di dunia ini. Sudah berapa kali aku bilang diriku bodoh. Tapi aku tak perduli. Kau tetap miliku dalam anganku.

Menangis,sakit,lupa akan segalanya tlah begitu mendarah di diriku. Hingga di titik peneghabisan yang paling puncak. Kau tahu hampir putus asa aku. Dan baru aku sadarinya ternyata kau memang bukan apa-apaku. All Only Dream.

Untung karena KuasaNya, petunjukNya dan semua kebaikanNya..Aku bisa belajar membuang jauh-jauh pikiranku tentang Cinta pertama yang hanya Mimpi. Alhamdullah….Mekipun aku belum tahu apa yang terjadi padaku saat itu. May be Someday I Will Understand…!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s